I left my heart in Santorini

santoriniI watched the top 10 beaches in the world in Discovery Travel and Living while ago , and Greek beaches were ones of them, I set heart to go there sometimes. And here comes the days..!! hooraayyy…!!! The trip was planned 2 months ago, my friend Caca came along too. So this is actually final destination of the whole trip.
Santorini is one of the island in Greeceand also part of Thera province, located in the most southern part of the Cyclades in the Aegean Sea. Like almost all island in Thera, it is also famous for black, white, red sandy beaches, steep coastlines, pathways, multi colored rocks, hills, mountains – including the famous caldera, ancient city, medieval and post-Byzantine buildings, and…of course luxurious hotels, seaside lodgings that all makes Santorini the no. 1 tourist destination in Europe and no. 2 in the world. Can you imagine that?

So decision to be packed up with other million people was all my own fault.

Anyhoooo. Seperti kata pepatah, “banyak jalan menuju Roma”, hanya ada beberapa cara menuju Santorini dari Athens. If you happen to have luxurious time – take the boat (6-7 hours) or if you have limited time – take the plane. Karena waktu liburan terbatas, Aegean Air jadi pilihan utama (selain Olympic Air) karena hanya memakan waktu kurang dari 40 menit aja! Oh, kebayang duit yang terbuang untuk terbang selama 35 menit, padahal dengan jumlah yang sama bisa terbang dari Athens ke Paris pp or nyambung ke Ibiza..! Well, paling enggak waktu nya gak sia-sia deh di perjalanan.

Kalau Mykonos lebih gaung sebagai pulau nightlife, Santorini kayaknya paling pas dibilang pulau pasangan alias Island for couple. dimana-mana pasti ada adegan ‘kayak di film’, apalagi latar belakangnya mendukung banget, dengan caldera, Aegean Sea, yachts, steeps, aargghh. Sinetron abis deh. Jadi inget drama Korea Love at The Aegean Sea yang melow abis itu. Dan tentunya gue melewati dong tempat yang pake simbol dolphin itu. iiihhhh.

Selain pulau pasangan, ini juga pulau yang pas buat pre-wedding photo – mm minimal gue sih cukup maksimal lah motret diri sendiri dengan narsis. Padahal Caca juga bawa kamera (kamera Canon serius pula) yang siap motretin gue dengan killer view as background. Tetep aja nekat motret diri sendiri berbekal tangan kiri. Well practices make perfect!

Pas kita dateng, hal pertama yang kita cari adalah blue dome and white houses. Puas banget dimana-mana blue dome churces bertebaran. Ada disini bener-bener berasa dalam foto atau lukisan. Dari sebelah mana pun kayaknya asik-asik aja. Jadi jangan heran di dalam foto-foto gue kayaknya gambar blue dome, hills, lonceng, coastline houses boanyaaaak banget. Dengan dan tanpa gambar gue tentunya.

Kita nginep di hotel Thira di Fira, sekitar 400 m dari downtown/city centre. Dan itu udah agak nge-bukit alias kalau ktia mau ngapa-ngapain (makan, dugem, belanja) mesti naik turun hills yang sedeng banget bikin paha kenceng. Dari hotel ke centre sih enak, tinggal ngegelinding turun, tapi pas pulang cukup deh bikin ngos-ngosan. Udah jalan nanjak, pakai steep pula. Cakep!

Walaupun jalan-jalan di Fira juga menyenangkan (city centre gitu looooh), I want to make my itenerary to happen. Dari rekomendasi Billy (supir taksi gaul yang super coakep – catet ya, coakeeeep bukan cuma cakep) yang nganter gue di Athens, katanya gue harus ke tempat-tempat berikut :
– Franco’s Bar ( one of top 10 Bars in the world – the drinks costs 50 e but it’s all worth it!)
– Coo and Enigma clubs
– Amoudi beach in Oia, they have the best fish taverns
– Akrotiri, where the ancient city is and have lunch at Manolis, near red beach
– Vluchada at Perivolos Beach or Pyrgos village or Paradise tavern
– See sunset in Oia.! A must.!

Sebelumnya Billy juga ngasih rekomendasi yang edan untuk makan dan clubbing di Athens. Dan karena kayaknya kita click berat (gr banget!), secara dia tau persis clubbing RnB dimana, clubbing techno dimana, makan murah dan enak dimana, plus dia coakep berat, jadi gue bertekat untuk mewujudkan cita-cita mulia ini. Well, paling enak emang berteman dengan Cab driver, he knows the city from the inside, not from the tourist side, and he shares some secret stuff too..! (gue sendiri karena cukup lama ngobrol sama dia sempet jadi pelacur alias pelan-pelan curhat)

Jadi…Oia off we go..! Berdasarkan petunjuk dari semua orang (Billy, Santorini guide book, juga Maria – yang punya hotel kita itu), harusnya kita naik bis aja. secara murah-meriah cuma 1.40-1.70 e aja. Tapi koq bisnya kayaknya datengnya once in a blue moon. Jadi daripada kayak nunggu godot, akhirnya kita minta dipanggilin taksi. 5 menit kemudian datanglah taksi, dengan supir yang lumayan cakep juga (sumpah deh, gak ada cowok jelek disini), dan..2 penumpang lain di dalam taxi. Hahaha,..itung-itung sharing dan punya temen baru. Jadilah 1 cowok Yunani, 2 turis Indonesia, dan 2 turis dari LA bergabung di taxi yang ngebut menuju Oia. Buset, berasa naik angkot liat cara nyupirnya. Jalan menuju Oia by taxi sekitar 15 menitan, dan kita berasa naik gunung ke arah utara. Kalu di peta, Oia ini ada di bagian paling ujung Utara, dan paling pas untuk liat sunset plus caldera.

Dan bukan cuma itu. Semua kartu pos Yunani, atau kartu pos Santorini to be exact, ternyata based in Oia (baca : ia). Fira may keep the donkeys, but all the famous blue domes and hills, ada di Oia. Dan kalo pernah terima post card sunset dengan latar belakang caldera, yacht dan blue dome atau coastline houses/lodgings- pasti paling cakep dari Oia. Dan kosa kata gue dan Caca makin lama makin menipis karena kita cuma bisa ngomong “ooooooohhhhh aaahhhhhhhhhhhh oohhhhhhhhh…” saking bengong norak. terus abis itu yang tersisa adalah bunyi “click..!” “jepret jepret jepret. sampe batre kamera gue habis. Sial. Sekarang baru deh kepikiran punya batre cadangan..!

Ngotot ke amoudi beach, dan akhirnya nyasar ke The Castle, dimana dari situ bsia duduk-duduk bawa makanan, minuman, (dan bawa pacar) – sambil menikmati caldera, dan pantai amoudi dari atas (waksss…jauh amat di bawah…!!) , – yang gak bawa pacar (atau gak punya) silakan menikmati cewek-cewek yang cantik-cantik, cowok-cowok yang super ganteng dan ngiri aja liat orang pacaran- foto-foto dan melihat sunset dengan fantastis (mulai hiperbola nih gue). Tapi seriously, matahari kayaknya deket banget loh sama kita, mungkin karena ini ada di ujung utara ya? (pertanyaan bodoh)
Dan, sekali lagi …ooohhhhh aahhhh oohhhhh…eeehh fotoin gue dooongggg….

Inget kan gue pernah bilang bis di Santorini ini lewatnya once in a blue moon? Hm, kayaknya mesti disusul ke bus station langsung nih. Mulai merasa miskin papa secara kita manusia dari negara ketiga (sedihnyaaa), kere maksimal kalo naik taksi kemana-mana (kemarin ke Oia costs 20 e- one trip!). Membuat kita ikutan antre bis pas pulang (cukup malem lah jam 11) bareng sama rombongan lain.
Anyway. Daytrip berikut kita bertekat pakai bis! Dan setelah di bus station Fira, ternyata ada jadwal dengan baik dan benar dan akurat! oh..! emang sih jedanya lama, paling cepet itu bis ke Kamari yang ada setiap 30 menit sekali, Untuk daerah lain seperti Oia bisa 1 jam sekali, Akrotiri malah ada yang 2 jam ada yang 2.5 jam. Jadi emang mesti ngantongin jadwal. Jadi julukan gue untuk santorini nambah lagi “kota Tanya”, maksutnya, rajin lah bertanya..!

Namanya juga bergaul di pulau, apalagi di tepian Aegean Sea yang romantis, plus tujuan utama cita-cita mulai gue : berjemur di pantai ranking 1 di dunia! plus cita-cita ambisius lainnya : Red Beach. kalau black sand beach udah biasa, White sand beach juga udah, red sand beach kayak apa ya?
Setelah jemuran bolak-balik dengan baju seadanya (kalau ada) sambil pijat badan sambil topless seharga 20 e (kalo di Jakarta harga segitu udah spa 2 paket.!) di Kamari beach ditemani Bebel Gilberto di kuping dan angin sepoi-sepoi (plus panas menyengat – well siang bolong gitu loh).. oh. gak ada bandingannya. ! Ada sih yang kurang : es klapa muda hehehehehe. Kalau mau iseng ke pantai sebelah pakai kapal juga bisa sih, but what for? mari sun bathing menikmati matahari yang deket itu ..!

Selesai Kamari beach, ambisi jajal another blue flag beach di Akrotiri masih tinggi. Dan, dari pantai timur, pindah lah kita ke Pantai Selatan (huh?) – Akrotiri beach..! melewati Perivolos, Imerovigli, menuju ancient city. Sekali lagi, inget kan, ini kota tanya? Dan ini non english country (walaupun komunikasi dengan Bahasa Inggris gak ada masalah), jadi ketika kondektur bis teriak “Akrotiri..!!!!” – jangan semerta-merta langsung turun seperti kita, Turns out kita turun 1 stop lebih cepat, yang membuat kita harus jalan kaki di terik matahari jam 3 siang..!!! (remember, it’s long summer day, the sun sets at 8.30 here, jadi jam 3 siang itu matahari lagi lucu-lucunya).Setiap kali nanya selalu dijawab”10 menit lagi ke arah sana” jadi total 40 menit lah kita jalan. oh…kakikyu yang malang. Dan Sandalku yang malang juga. Niat mulia mau liat red beach bikin kita terus jalan..jalan..dan jalan..sampe koq ya gak ada orang? bau-bau laut juga belom ada?Tapi along the way kita liat reruntuhan-reruntuhan (sisa ancient city) , gereja (lengkap dengan blue dome) di tengah jalan yang sepi, bener-bener kayak kota di salah satu komik lucky luke pas lagi sepi. Bedanya kita jalan kaki gak naik kuda! oh, the beach must be really red, because we already are!

tip: alwaysbring your acqua, pasti akan dibutuhkan dengan gaya jalan nekat ala kita gini. Dan panas-panas gini a bottle of water really comes in handy to freshen up your throat.
Eh masih cerita red beach ya?
Akhirnya kita sampe di red beach, dan ternyata beneran merah. Gak boong. Dan lagi-lagi another cliff to climb down. oh NOoooooo. gue dan phobia ketinggian gue yang gak juntrung ini..! karena jauh di bawah, jadinya kita memandang dari atas aja. Karena :
1. Jalan ke bawah heboh banget, napak, dan jauuuuuuuuuh.
2. Kita gak semept berenang juga (well air Kamari cukup dingin laah)
3. Bisa tetep liat kaum nudis dari atas juga koq (warning dari Billy)
4. Kita harus ngejer bis balik ke Fira dalam waktu 35 menit lagi. HAAAA?????seriously.

dimitrio udah pernah singgung kan, nyaris gak ada yang gak cakep di tempat ini. Bener banget deh ini negara para dewa.  Dari supir taksi, waiter, ojek motor (haha emang jakarta), semua cakep-cakep. Dan semua namanya Dimitrio. Ya ampun.

Selain taxi dan bis, sebenernya ada lagi moda transportasi yang bisa dipakai: mobil sewaan, motor dan 1 lagi yang  tadinya mau kita pake : ATV. perkawinan silang motor dan gokart, jadi bisa boncengan. Alasan akhirnya kita jalan  kaki/bis antara lain:
1. Gak ada international license
2. Bingung siapa yang nyupir : kalo Caca yang nyupir dia pede bisa tapi gak pede bisa sampe, kalo gue yang nyupir – ah ngarang banget, gue kan takut pake kendaraan yang gak bertutup..!!!!
Jadi kita memutuskan jalan kaki kemana-mana. Walaupun rada iri dengan orang-orang yang boncengan dengan ATV bisa jalan kemana-mana dengan gampang,. tapi melihat arena jalan nya yang menggila layaknya kelok 44 di padang, wah, bagus deh kita bergantung sama bis hehehehe. Selain bisa tidur (halah, cuman 15 menit doang padahal), bisa leyeh-leyeh, bisa ngeceng juga sama temen seperjalanan yang lain, dan bisa motretin jalan.
Intrigue by Greece Feast on Discovery Travel and Living – we tried almost all the food. From chicken casserole with shrimp cyclades, lamb casserole in tomato and wine sauce, gnocchi pesto, (pastinya plus greek salad), grandma’s meatballs, sampe santorini spaghetti yang porsinya bisa buat makan bertiga. tentunya karena gue termasuk aliran ogah rugi – habis juga itu porsi ber 3 oleh gue sendiri..!
Pusing makan melulu? Jalan-jalan dong naik turun hills sambil shopping. Billy bilang “don’t shop in island, it cost way too much!” well, ada benernya ada juga yang enggak. harga sih cukup bersaing dibanding Athens, dan even dibanding toko sebelah. Karena summer itu harinya panjang, jadi jam 11 pun toko masih buka. Jadi, window shopping nya bisa lama! oh really love gazing over the display at night.
Tapi mengingat liburan kali ini gue dedikasikan untuk buying experience, not buying stuff, so I just go window shopping sambil drooling, ngarep ada cowok yang kesian dan beliin gue sesuatu hehehe.

Well, vacation is nothing but the endless fun and party, so is Santorini. Anyway, besides the romantic sea, great sunset, fantastic view, and kicking ass island for couple in love, it also has the best bar in the world.! So the last night we hit the bars, including packed Murphy. moustika and vodka. great music. great place. very great place to stay up all night! rasanya gak mau pulang deh.

“my dream is to fly over the rainbow..so high….rise up don’t falling down again..rise up liong time I broke the chain…I try to fly a while so high..direction’s sky..! My dream is to fly over the rainbow….SO HIGH” jerit Yves Larock

Advertisements

4 thoughts on “I left my heart in Santorini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s