France and Spain : What a ride! (part 2)

BUS

Perjalanan menggunakan bus antar negara gak ada, tapi antar kota hanya sedikit, yaitu ketika mau ke Sevilla dan Granada, dari Madrid.  Ada beberapa bus station di Madrid, tapi yang utama ada di Mendez Alvaro  (Estacion Del Sur or South Station) yang melayani rute ke Selatan, Timur dan disanalah gue berada untuk antri tiket menuju Andalusia.  Station ini terhubung langsung dengan kereta dari Atocha train station, dan rame nya gak kalah dengan  station bus Lebak Bulus, bedanya antriannya lebih rapih aja.  Meskipun dimana-mana pakai bahasa Spanyol, tapi dengan melihat papan pengumuman mestinya sih bisa survive. Gue sendiri mengalami salah antri beberapa kali, karena ternyata bus tertentu hanya melayani rute tertentu aja. Jadilah selain gue wasting time antri gak mutu, juga kena jutekan si Mbak-mbak di loket dengan bahasa Inggris lebih parah ala Penelope Cruz waktu di baru aja pindah ke Amerika, dan gue tentunya bolot karena kuping gue menolak keras such English. Jadilah, papan pengumuman, menjadi penyelamat.! Karena gue ketinggalan bis jam 10 dan dapet jadwal tiket jam 2 pm sedangkan saat itu baru jam 10.30 (terima kasih atas kebolotan gue salah naik kereta dari Hostel), dan gak ada loker untuk nyimpen tas gue yang segede gaban (boong ding), jadilah gue bengong-bengong norak sambil denger Ipod, liat foto-foto dan ngopi di bar nya yang lumayan enak itu. Ah, it’s never boring to be around gadgets.

Untuk perjalanan bus jarak dekat kayak di Cote D’Azur, lumayan enak dan nyaman juga kok bus nya. Kayak misalnya dari Nice ke Cannes, atau Nice ke Antibes, kalau mau ke Marseille juga ada, atau ke St. Raphael, naik bus murah meriah, Cuma 1 euro udah bisa jalan-jalan dari Nice ke Monaco, busnya besar, kayak tipikal bus transjakarta tapi tempat duduknya lebih dominan dan semua menghadap depan. Kalau ke kota lain fares nya Cuma 1.5 euro max 2 euro aja (kayaknya kecil ya, padahal 1 euro kan hampir Rp 15.000 hehehe).  Beli tiket juga bisa go show, langsung ke station aja, dan hopppp! You’ll be traveling without moving your ass..alias tinggal duduk manis makan es krim di belakang dan voila…sampe!

Kejadian agak dudul pas gue di Monaco, waktu itu gue punya kesempatan nonton Tour de France langsung di Monte Carlo. Karena sedang ada event akbar itu makanya jalur bis agak berubah. Pas pergi sih masih enak karena ada bus feeder yang bisa sampe ke area, tapi pas pulang, nyari bus nya susah bener….! Kereta sih gampang, karena station deket banget sama tempat Tour de France, tapi lebih enak pakai bus, Cuma 1 euro, Cuma 30 menitan dan pemandangannya bagus.  Tapi menuju bus shelter aja muter-muter dan polisinya plin plan. Udah akhirnya nemu halte (membuat gue jalan dari Monte Carlo ke Monaco Ville yang nanjak itu), eh ternyata haltenya dipindah. Pindahnya pun gak tanggung-tanggung, 4 kali! Jadi kita yang ngegerombol di halte yang kebanyakan turis (dari logat dan bahasanya sih) pada sewot, dan tentunya pas pindah untuk ke-4 kalinya pada complain “OMG..! “”Oh my Godddd” “Oh Nott againnnnn” dan uimpatan-umpatan lucu lain. Tentunya gue juga gak kalah kenceng jerit “ONDE MANDEEEE” karena dari halte ke 3 ke halte 4 jaraknya sih gak jauh tapi turun naik. Walhasil pas bus akhirnya muncul pada girang berat, dan gue diteriakin sama turis Amerika yang bareng-bareng gue “c’mon italian girl, the bus is here!!!”

Huh? Italian girl? Sejak kapan Padang itu jadi propinsi barunya Itali???

Kalau mau keliling kota murah sambil liat-liat, naiklah bus. Ini gue lakukan di Barcelona, Paris (kalo pas bosen naik Metro), Granada dan Ibiza. Karena harga tiket bis dalam kota itu relatif sama dan standar, gak lebih dari 1.6 euro 1 way, just get your ipod, camera ready in your hand, dan duduk di pinggir biar puas liat-liat dari jendela (dan lebih gampang motretnya:p).

Mau lebih gampang lagi, di kota-kota besar biasanya ada Bus Touristique, biasanya warnanya merah, harga tiket nya 16-18 euro seharian atau 22-24 euro untuk 2 hari, ini hop on-off bus, lengkap dengan guide, earpiece untuk tau history masing-masing tempat dimana bus berhenti, dan pasti mencakup area turistik yang penting-penting. Jadi kalau gak tau mau kemana atau sekedar pingin tau tempatnya (alias sightseeing) cukup deh naik bus ini. Gue sempet compare di Barcelona dan Granada, tempat penting yang di brosur dan udah gue tandain dari online searching kurang lebih mirip dengan rute bus turis ini. Terus bisa naik turun dimanapun kita mau, waktu di Barcelona, gue pingin ke Barcelonetta dan Camp Nou (markasnya el Barca) dan tentunya jadi gampang banget pas naik bis ini, karena pas di depan pintunya. Tinggal turun aja, terus kalo udah mau cabut tinggal tunggu bus nya lewat situ lagi. Atau pakai aja bus ini untuk menandai site apa yang elo pengen datengin lebih lama besokannya.

Di Paris, gue sempet bingung sistem connecting bus nya gak kayak di sini, misal, dari apartemen di Porte de Lilas mau ke Musee d’orsay, gue naik bus 69 ke chatelet terus cari connecting bus nya di halte yang sesuai nomer yang kita cari. Kalau kita cari bus 80 ya cari halte yang ada tulisan bahwa bus 80 stop disitu, karena 1 jalan bisa ada 2-3 halte yang meng cater bus yang beda-beda. Yang lebih ribet lagi kalau ke tempat turistik kayak Montmartre, selain kita harus stop di Pigalle (red light district yang ada Le Chat Noir, Moulin Rouge), terus nunggu bus kecil khusus yang naik ke montmartre. Dan repotnya pas pulang, karena bus dari Pigalle itu schedule terakhirnya jam 9.30, jadi pastikan sebelom jam segitu udah turun.

Di Ibiza, karena pulaunya gak terlampau besar (mirip Santorini lah), tapi gak sekecil Phi-Phi Island (yang bisa dilewati dengan jalan kaki dan 30 menit kemudian udah selesai keliling pulau), tetep aja butuh bis untuk jalan-jalan toh dari pantai 1 ke pantai lain. Karena waktu itu gue nginep di San Antoni de Portmany, bus stationnya cukup jalan kaki 10 menit, dan dari situ kita naik bis ke Ibiza Town untuk lanjut ke sisi pulau yang lain atau bisa juga ke area lain langsung untuk destination yang deket misalnya Cala Bassa. Kalau gak ada kerjaan enak lho keliling naik bis. Toh kalo nyasar selalu bisa balik lagi dengan bis yang sama atau kalo keburu panik…TAXi!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s