France and Spain : What a ride! (part 3)

TRAIN

Perjalanan dengan kereta jauh sebenernya juga gak banyak, hanya dari Paris-Nice, Nice-Barcelona, tapi  dalam kota pastinya gue pake kereta karena cepat dan murah, untuk di Paris sendiri ada tiket paketan, dan abonemen.

TRAIN ANTAR KOTA

Gue membeli tiket Paris-Nice, dan Nice-Barcelona via online, silakan masuk ke www.sncf.fr (French version), dan karena belinya mepet, jadi dapet harga mayan mahal, padahal kalo jauh-jauh hari bisa dapet sekitar 20-30 an euro aja untuk ke Nice. Bayangin aja, summer time, beli tiket mepet, jadinya tiket Paris-Nice dan Nice-Barcelona jatuhnya mirip hehehehe. Everyone is heading to the beach…:p

Beli tiket online di SNCF, sebenernya bisa langsung nge print tiket nya di booth, tapi biar enak gue memilih untuk ngambil tiket di Gare aja alias di station kereta, biasanya di station besar kayak Chatelet ada kok si SNCF office.  Rada miris juga liat angka yang digesek di kartu gue…hiks!

Untungnya beli tiket di SNCF ini, bisa sekalian reserve tempat duduk, tapi harap diingat, harga awal belom termasuk seat reservation. Hal ini berlaku juga untuk Eurail pass, seat reservation dijual terpisah.  Dari tiket yang gue beli sih, seat reservation nya hanya sekitar 2-3 euro an aja kalau gak salah.

Kalo gak pake seat reservation, akibatnya di kereta itu terpaksa nomaden, cari tempat kosong, dan terpaksa pindah kalo di station berikutnya ada penumpang naik dan ternyata pemilik bangku yang lo dudukin itu.  Ini kejadian di teman sebangku gue dari Nice-Barcelona, dia terpaksa pindah-pindah 3X sebelum akhirnya landed di bangku sebelah gue.

Ketika milih jadwal pun, dilihat-lihat lagi yah, ada kereta yang direct tanpa berhenti, ada juga yang pake berhenti di kota lain, dan harus ganti kereta.  Contoh, dengan TGV dari Paris menuju Nice, ada yang pake berhenti di 2 station ada juga yang hanya berhenti di Marseille seperti yang gue ambil saat itu, dan dari Marseille, lari-lagi lagi ke voiture berikut untuk jalur Marseille-Nice.  Total perjalanan sekitar 5 jam an lah, berangkat pagi, sorenya udah bisa nyemplung ke Cote D’Azur J.  TGV (train de grand vitesse), cukup nyaman banget isinya, meskipun gue duduk di bangku ekonomi, toilet nya ok, bar nya juga enak, dan yang pasti tempat duduk nya enak, bisa naro segala macem barang dan nyaman ditidurin hehehe.

Pas pertama kali berangkat dengan kereta dari Gare de Lyon Paris, gue rada bego nyari jalur kereta yang harus gue ambil, untung setelah nanya-nanya gue ternyata duduk di voie yang benar, setelah sebelumnya gue nyasar ke voie lain alias gerbong lain! Udah gitu nyaris main ngotot pula, bahasa Prancis acak adul kok ya mau ngelawan native…nekat. Dan Salah! Hehehehe.

Pas di Marseille, rada rusuh kejadiaannya. Voie 15 yang harus nya gue naiki ternyata annulee alias di cancel, alias gak ada. Jadi dari voie 14 loncat ke 16, dan menurut petugas, duduk aja di voie 16, tapi jadinya gak ada seat reservation. Hoaahh. Siaaaaal. Ada pasangan tua yang pada saat itu juga bergantung sama gue, jadi hebohlah kita geret-geret luggage ke gerbong 16…mudah-mudahan gak keusir… baru doa begitu, ternyata ada yang rebutan bangku di deretan sebelah gue, native vs. Foreigner, samar-samar gue denger si native anak muda itu ngomel dan malah nuduh si foreigner ini rasis dan complain soal kesamaan hak yada..yada..blaa..blaa…pokoknya marah-marah ngelantur. Yah si foreigner ini bengong laah, akhirmya ngungsi ke gerbong lain.

Meskipun France itu bukan negara gue, tapi paling enggak gue ngerti sedikit rute-rute pendek, kayak misalnya dari Nice ke St. Raphael aja sih paham, bakal lewat mana karena emang gampang dan deket banget dari Cannes. Bus aja Cuma 1 jam-an, kereta pasti less than 30 mins kan. Yang terjadi adalah gue dibegoin petugas intern di station yang nunjukin gue arah lain, dan gue males ngotot, lha masa dia lebih bego dari gue? Ternyata dia emang lebih bego dari gue, dan gue sukses muter balik dari Cannes ke Nice instead of to St. Raphael. Cakep! #@$$*^%$ (forgive my French). Dan selain berakibat hilang mood,  juga berakibat ilang duit 30 euro karena gue jadi napsu belanja koper di tanda SOLDES di toko pertama yang gue lewatin.

Terbiasa dengan TGV Prancis yang sleek dan keren itu, pas dari Nice ke Barcelona, bertemulah dengan kereta RENFE (PJKA nya Spain), yang hm…kok mirip kereta kita ya…katro. Tempat duduk sih mayan enak, tapi gak sebagus TGV, dan kelengkapan lainnya kalah jauh dari TGV. Waduh, beda kasta. Belom lagi toiletnya pake sistem engkol sodara-sodara..dari bawah toilet. Nyaris gak kliatan bikin gue bingung gimana caranya kalo tiba-tiba mau pup?? Masa gue harus tahan selama 8 jam…

Namanya kereta, angkutan umum ya, siapapun bisa naik, termasuk crying baby who cried like non stop- for 2 hours! Even the sound from my Ipod couldn’t handle my ears. Untung keluarga dengan bayi nangis non stop itu turun setelah 2.5 jam bersama! Satu-satunya penghibur gue adalah cowok ganteng (super ganteng) yang dengan cepat gue juluki (dalam hati) sebagai JOSE (nama sejuta umat spanish ya?) – yang gaya nya mengingatkan gue pada Dimitrio ganteng di Greece – turned out to be a father with wife and 2 lovely cute daughters. Siyal. Tapi masih bisa dipandangi sih dari pandangan serong gue heeeeee.

TRAIN DALAM KOTA

Gue mengalami homesick pertama di Barcelona, bukan karena apa-apa, tapi frustasi karena gak ngerti Catalan. Dan Spanish gue sangat-sangat limited, not to mention to convert to hear some catalan words. And read. It took me about 1 hour  from Barcelona aeropurto to train station and to city., simply because I didn’t understand the hell what they said. They were helpful and full of smile but not…complete. Sampe akhirnya bisa ke arah metro vending machine, dan gue tetep gak ngerti kata-katanya disana, dan gak ada yang mau bantu translate, gue tanya pake Spanish mereka jawab in Catalans, gue tanya pake English, mereka jiper juga.

Sampe di  Station besar Barcelona, gue tetep gak ngerti cara menuju city nya gimana, ternyata gak harus keluar dari station, dan silakan menyambung dengan kereta apa aja, yang semuanya pasti ke city.  Dan tentunya, gue adalah Miss Tanya alias kemana-mana hobinya nanya, walhasil sebelom ngelempar tas ke kereta gue nanya dulu ke orang yang lagi duduk dalam kereta, dan alhamdulillah, selalu ada orang baik yang membalas dan membantu gue naik kereta. And he spoke French! Oh…what a relieved. Tips nya : when in Rome, act like Roman, but it’s never harm to be polite tourist-always ask!:p dan ketika keliatan gue semacam cheap tourist ala backpacker (despite the small backpack and 1 wheel suitcase), mereka senang aja bantu. Asal, bertanya kepada orang yang tepat ya…

Ngomong-ngomong soal orang yang tepat, you should never judge people by their look or appearances, ada bapak-bapak gembel di bus station di Granada yang hobi ngajak gue ngomong English dan bikin gue curiga, ini orang bakal minta duit atau gimana ya nanti. Ternyata he was just good old man yang emang berpakaian gembel tapi hanya pengen practising English, sedangkan 3 orang necis ala mahasiswa dan orang kantoran di kereta di Madrid ternyata copet…! (cerita soal copet ada di tulisan soal copetttt).

Di Paris, untuk keliling-keliling kota, ada beberapa macam tiket, ada yang tiket satuan (seharga kurang lebih 1.5 euro an, ada juga paket tiket per 10 an, kurang lebih bayar 11 euro an ya, dan ada juga abonemen untuk seminggu dan bulanan FYI, sistem tiket transportasi sudah terintegrasi dengan baik, jadi 1 tiket itu terserah mau dipake untuk naik kereta bisa (selama gak keluar station, atau connecting metro gak ada tambahan biaya lagi) dan bis pun bisa, baik di Prancis, Spanyol, Greece, Italy. Negara lain sih gue gak tau, belom pernah hehehe.

Waktu itu gue beli paket seminggu, dengan Navigo Pass, seharga 25 euro (sudah termasuk kartunya), bisa bebas dipake bolak-balik dengan kereta atau bis juga bisa, tapi hanya di Paris zone 1 dan 2 aja, dan FYI lagi, maksudnya tiket kereta disini adalah METRO ya..alias Tube kalo kata orang Inggris, atau Subway kata orang Amerika, karena TRAIN refers the one connecting intercity or from city to suburb. Di Barcelona airport ketika gue nanya “where can I get train ticket?” ditunjuklah loket pembelian tiket antar kota. Penjaga nya bingung pas gue bilang “1 ticket to La Ramblas please”, hehehe, jadi dia nunjukin kalo Metro ticket belinya di vending machine…. kecuali lo ada di metro station:p  Untuk di Paris, metro ticket Zona 1-2 gak bisa dipake ke area lain kayak misalnya ke suburb, atau kereta RER (jalur selain Metro), jadi waktu gue mau ke rumah salah satu sodara gue di suburban, gue gak bisa keluar dari station akhirnya…celingak-celinguk…gak ada polisi kan…dan loncat indahlah gue keluar! Tapi karena gue warga yang baik (dan udah ke gep sama petugas), pas balik ke Paris city gue terpaksa beli tambahan tiket 5 euro…:-(

Untuk yang hobi jalan-jalan sampe malem, tolong diingat, kereta di Paris itu hanya sampe jam 12.30 dan 1 pagi (untuk station tertentu), dan taxi gak hobi ngetem kayak di Jakarta… Jadi kalo kemaleman, bisa naik semacam bis malam gitu, tapi dia hanya berhenti di bus shelter tertentu aja. Untungnya bus itu stop di shelter apartement hehehe…

Advertisements

2 thoughts on “France and Spain : What a ride! (part 3)

    1. Makasih Virna! solo travelling enak kok, dan pasti ketemu temen-temen banyak sepanjang perjalanan. Pasti bisa juga ^_^ thanks for stopping by at my blog 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s