phi-phi Island

Perjalanan dari Phuket ke Phi-phi island tidak memakan waktu lama, kira-kira hanya 1 jam-an aja. Ada gunanya juga bepergian dengan bakcpack kecil gue ini, jadi ketika kita harus naik-turun kapal gak kepusingan ngangkut koper yang agak ribet. Tapi ternyata di kapal, kita ketemu juga dengan turi-turis bule yang travelling sekeluarga dan membawa koper besar-besar. Hm, anyway, it’s Asia, there are always people you can ask for bringing it down the ship. And it pays really cheap.

Phi Phi ini pulau yang ternyata sungguh kecil, gue mikir ini mirip-mirip Santorini atau ibiza yang gak terlalu besar, tapi juga gak terlalu kecil untuk dikitari dengan jalan kaki. Saking kecilnya, kita bisa memutari pulau ini dengan jalan kaki kurang lebih 1 jam udah selesai dari ujung ke ujung. Pertokoan dan kamar hotel dan tempat pijet saling dempet-dempetan, jadi kesannya intimate island gitu, saking intim dan kecil, kayaknya kalau kita tinggal di sini kira-kira seminggu lebih aja, kayaknya kita bisa tau gosip para traveller yang ada di hotel-hotel ujung sana deh (lebay.com).

Yang bikin betah disini, bukan hanya kita di treat bagus (sesama muslim), tapi pantainya itu lho…dari ujung ke ujung cakep semua. Dan bisa banget seharian habis hangover hanya bobo di pantai berjemur di pasir putih memandangi laut biru yang air nya kalo siang hanya sedengkul… terus kalo udah agak sober, dan kepanasan, tinggal nyemplung ke laut. Ufff!

Yang jelas, tips dari gue adalah : pastikan kamera kamu waterproof/atau pake sarung yang waterproof. Sayang banget kalo cuma motret dari pinggir pantai dan gak bisa motret dari tengah laut!

Where to stay

Malam pertama di Phi-phi kita nginep di Anita House, yang kita booked dari internet, seharga 2900 baht/malam – tapi sungguh tidak memuaskan! Lokasi emang deket banget, hanya 20 menit jalan kaki dari harbor (sungguh tolol pertanyaan gue waktu itu untuk minta jemputan mobil), dan 2 menit dari pantai dan deket area makan (anyway, it was closed to go round about, so that wasn’t really the advantage), dan bangunan fisiknya lumayan menjanjikan sebenernya. Gaya-gaya saung dan panggung dari kayu dan bambu, dan kamarnya cukup besar untuk ber3, kamar mandi juga cukup lega, tapi….bau apek. Dan kamar mandi yang paling gak nahan apek nya.

Belom lagi receptionist yang tidak proper – gak ada receptionist untuk penginapan sebesar itu (dan semahal itu) (3 kali lipat dari yang kita bayar dari kamar di Phuket or Bangkok!), dan meja receptionistnya lebih cocok disebut lemari kaca untuk jual voucer telepon atau jual ATK, plus pesanan kita gak tercatat disana. Padahal kita sudah dapet voucher dari www.hostelworld.com. Karena males nyari tempat lagi, akhirnya terpaksa lah tetep stay disana. Dan sore-sore kita ketemu hotel lain yang jauuuuh lebih bagus, jauh lebih modern, jauh lebih wangi, dengan receptionist yang sangat proper dan helpful (karena dia juga traveller) namanya Palm terrace dan harga yang kita dapat setelah nawar (ya, nawar) adalah 1600 baht aja! Jadi, jangan lupa, mending langsung kesana aja, dan nawar di tempat!!! Yang ngasi harga 1200 baht juga ada, tapi kamarnya lebih kecil and less modern, tapi kita sudah memutuskan untuk stay di palm terrace aja esokannya. Btw, tadinya rencana kita hanya 1 malem disini, tapi karena Phi-phi begitu menggoda untuk hanya diinapi 1 malem akhirnya kita nambah budget sedikit dan mencancel 1 malam penginapan kita di Krabi.

Lucunya, pas kita check out dari Anita house, karena penjaga nya ganti, dan lebih nyebelin, dia salah baca 2900 menjadi 2400 baht. Dan karena gue keburu kesel sama mereka gue iya kan aja, plus kesel sendiri, tau gitu gue tawar pas dateng….

Apapun yang ada di pulau katanya memang harganya lebih mahal, tapi karena kita datang pas low season, bisa kok beli go-show kamar-kamar disana. Dan harga kamar range nya juga lebar, dari yang 500 baht/malam sampe yang 3000 an or 4000 an baht seperti villa keren yang ada di bukit. Kebanyakan juga belum ada website, jadi belum terdaftar di hostelworld atau hostelbookers atau booking.com.

Makan dan minum

Harga makanan disana juga variatif, untuk kelas restaurannya kira-kira bisa habis 400-500 baht untuk kami bertiga saat itu (waktu itu kita makan di garden restaurant- yang punya muslim, jadi pasti halal – masuk aja lepas sandal hehehe), atau kalau mau murah bisa makan crepe atau jajanan kecil kayak corn atau sosis/baso tusuk semacam shaslik di pinggir-pinggir jalan seharga 25-40 baht aja satunya. Untuk ngopi, kalau bisa bawa sendiri aja, karena black coffee or cappuccino yang dijual di kafe cukup mahal, lebih mahal dari crepe yang kita beli…

Anyway..biaya hidup gak mesti mahal biarpun lebih mahal dari mainland, pilihan banyak, mau liburan yang extravagant atau hemat ceria ala kami:p

3 hari disana, kebanyakan main di laut, enaknya ditutup dengan apalagi gak lain gak bukan – Thai Massage. pilihan banyak di antara toko-toko itu, dari murah-agak mahal, tentunya pilihan kita yang murah meriah dong. 150 baht, dan 1 jam kemudian badan udah segar lagi! Siap ke Krabi! aye!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s