mamma mia, italia, arrivo!

Berangkat dari hostel Celica di Ljubijana, Slovenia pagi buta jam 6.30 pagi, geret-geret koper di antara salju tinggi, dan dengan gerak gue yang lamban itu, udah sampe di station hanya dalam waktu 15 menit. I do recommend this hostel for its proximity to the station!

Had a standing breakfast, donat dan coffee less than 1 euro in station bar, dan orang udah sibuk ngerokok-rokok dan beer, pagi buta gini!

My train dateng exactly jam 7h.27, dan in sleeping car. Tapi karena gak ada seat reservation, gue di kompartemen aja deh. Toh gak butuh sleeping betulan. It’s only 1.5 hours to Villach, dimana gue akan transit disana dan lanjut dengan bus intercity ke Venice. Si mama, lo vado a Italia! Kalau mau lebih cepat emang pake train ke border lanjut local regional italian train, tapi gue pikir-pikir, jalan dengan bus juga sama nyaman kok. Lagipula gue belom pernah transit di Villach. Padahal kalau lewat Villach artinya gue detour – ke Austria lagi hahaha.

Sampai di Villach, jeda 2 jam agak nanggung ya, mau keliling kota kok males, sambil geret-geret koper, tapi bengong di coffee house jadinya lama juga. Well anyway, I got to be in nice coffee place, great viennese coffee, nice servers, and great strudel! Gak kalah dengan strudel yang ada di Wien.

Dan tiba lah Intercity Bus gue yang berwarna kuning dan besar itu di terminal yang gak kayak terminal, lebih kayak..pelataran parkir mall. Perjalanan dari Villach menuju Mestre kira-kira 2-3 jam deh. Lumayan!

Sempat bingung, apa bener ini bus ke Venice-Mestre? Karena Cuma ada tulisan : VENEDIG. Jadi harap diingat…Venezia (italian) = Venice (English) = Venedig (Deutsch/Germans).  Jadi jangan panik.

Yang membuat gue lebih yakin lagi bahwa ini adalah intercity bus ke Italia adalah adanya 2 cowok italia dan 1 anaknya. Mendengar mereka ngomong langsung rasanya…yes, I’m in the familiar place! (padahal gue gak ngerti-ngerti italian amat…)

Gue duduk di atas, dan si ayah baik dan anaknya itu juga. Plus 2 cewek jerman (ato austrian), yang sama berisiknya. Ya ampyun. Italians, they do love talking! From Villach to Mestre.non stop. Ya bapak ya anak yang jerit-jerit. Gue sih gak papa, tetep bisa bobo kok pake Ipod. Tapi bener-bener deh, kalo gak ngobrol sama anaknya dengan animated, dia ngobrol sama temennya (atau sodaranya?) atau di telepon. Mamma mia. Pengen tau, ibunya itu anak kayak apa…

Pemandangan selama 3 jam perjalanan menakjubkan, dari samuanya salju, dan 1 jam kemudian pas udah masuk desa Italia, arah-arah Udine, semua salju cair dan danau pun berwarna biru…dan hanya pucuk gunung aja yang bersalju…cakeeeep! dari minus 5 derajat ke tempat 11 derajat! Aaah! Senangnyaaaa! Akhirnya, bertemu matahari dan temperature di atas 2 digit!

Tiga Jam Kemudian….

Gue terbangun karena sinar matahari nya cukup kenceng di muka, jadi tambah ngantuk gila-gilaaan. Tapi itu anak itali kok gak berenti ngoceeeeeehhh aja.  Gak papa deh, yang penting, kita udah sampe Italia…! Mamma Miaaa…ciao, Italia, here we meet again!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s