Amor Roma

11.45 sampe di Roma Termini, dan langsung ke Biglietti.beli ticket ke Santa Maria Ligure dan Milan sekaligus beli tiket bus untuk 2 hari, seharga 8,1 euro aja. Kalo saja gue akan di Roma 3 hari full, ada option pass-paket yang lebih murah, 11 euros.

Terus laper, beli sandwich dan cari hotel.gue itu dekat banget dengan Termini Station, cuma 7 menit geret koper harusnya. Tentunya…kalo gak nyasar gak gue banget kan. Jadi dalam keadaan kesal karena gak nemu hotel, kehujanan pula. Jadi bad feeling nih.  Pas ketemu hostel MJ ini, gue harus gendong koper ke lantai 1 untuk ke receptionist, dan meninggalkan luggage karena belum jam nya check in. Sungguh berharap dapat kamar di lantai 1, karena gak ada lift!

Mau ganti outfit dan sepatu tapi kok ribet ya, jadi gue memutuskan untuk langsung hit the town, dan bergerak ke Museo Vaticani yang ada di sebelah vatican city. All day looong hujan. Untung payung selalu menemani. Naik metro ke Ottaviano, sempet salah arah, untung bisa langsung turun dan puter badan dan puter arah. Gak kayak metro di paris yang muter arahnya mesti naik tangga dulu.

Metro di Roma  hanya ada 2 line aja, jadi gak cover whole cities actually, tapi untuk di centre aja sih lumayan (lumayan padat maksudnya).  Sampe di museo, bayar 15 euro (mahal!), dan untung gak pake antri panjang.

Museo Vaticani, awalnya di tahun 1500 an, adalah tempat sculptures yang dikoleksi oleh Paus Julius II. Setelah itu berkembang menjadi gabungan beberapa museum dan galleries di jaman Paus Clement XIV. Museum ini juga gampang banget dikenali dari luar, dari temboknya yang mengelilingi tembok,  dan ternyata…besar. Kalau pernah ke Musee de Louvre, mungkin bisa deh membayangkan museum ini.  Bukan hanya sculptures dan koleksi art dari jaman Etruscan,  juga Egyptian yang menari di sini, tapi juga Gallery Tapestries yang bikin gue melongo liat karpet-karpet dengan gambar indah-indah dengan ukuran jumbo, Vatican Pinacoteca, dan tentunya Sistine Chapel yang mengagumkan itu. Gue sudah beberapa kali masuk ke gereja Katolik, dan terus terang ada rasa aneh di Sistine Chapel, sambil mikir, gambar di langit-langit itu, gimana ya bikinnya smpe 3D gitu? Kalo ada yang salah, misalnya matanya…atau detail lain nya gimana coba…belom lagi bikinnya pake tangga tinggi…Sayang gak bisa foto-foto di dalam Sistine Chapel, yang ketahuan bakal diteriaki oleh penjaga.

Kalau di Musee de Louvre kita bisa ‘tersesat’ disana seharian, minimal 6 jam deh, ternyata kurang lebih 3 jam gue sudah selesai muter Museo Vaticani, sampai Maghrib.  Dan itu sudah pake antri masuk Sistine Chapel 2 kali saking kagum. Dan 2 kali juga lewat Stanze Raffaelo alias Raffaelo room, untuk memandangi lukisan-lukisannya.

My boots starts killing me.

Dari Museo Vaticani, gue bergerak ke samping, ke piazza de san pietro..whoaaah. fantastico. Kebayang filmnya Dan Brown ‘Angel and Demon’, yang mengambil setting di sini – sistine chapel, dan juga di st.pietro. Kolom-kolom yang megah! Dan membayangkan kalo lagi natal gimana ramenya, sambil liat Pope yang melambaikan tangan dari atas situ…

Suasana hujan, gak bikin orang-orang pergi, malah tetep foto-foto di bassique. Gue juga gak mau kalah, malah dapat pemandangan lampu yang cantik, refleksi hujan dan payung warna-warni.

Karena kaki sakit dan inget belom check in, jadi gue balik ke hostel. Beli band aid dulu di farmacia karena kayaknya kaki gue luka. Ketakutan gue terbukti deh, pas check in, bener dapet nomer kamarnya 119, tapi itu lantai…3. Mari geret koper lagi 3 lantai ke atas. Manual.

And I thought I was in the worst hostel room, ever. It’s mixed dorm for 4, and there were already 1 American girl named Sarah who passed out from yesterday out of hungover – 2 french couple, jonathan and girl whose name I don’t remember. All party animals. Jo sibuk beli beberapa botol liquor untuk dibawah ke Paris dan italian wine untuk temen nya yang ulang taun. Sungguh aneh. Just like saw myself in the mirror several years back:p

Dengan situasi kamar kacau, gak ada ventilasi dan jendela, gak ada tempat naro luggage, dan gue dapet bunk bed di atas (ouch), gue jadinya males ganti baju dan spatu.

Jam 8 malem, memutuskan untuk cabut, sambil mikir mau pindah hostel. Tapi hostel staff disini super duper baik dan helpful. Jadinya gue memutuskan untuk gak pindah. Sudahlah, buat 2 malam aja kok. Tahaaan!

Ke piazza navona, ketemuan andrea jam 8.30. daripada jalan kaki 30 menit dan nyasar, mending gue naik bus, 40 or 64 ke piazza navona. Eeh turunnya kecepatan, di argentina. Tapi ternyata gak jauh laah dari piazza navona.  Dan untungnya, selalu ada cowok-cowok ganteng untuk ditanya!

Tips : kalo nyasar, selalu tanya cowok ganteng J

Gue sampe exactly jam 8.30 dan andrea late 5 menitan. Had drinks first ati della pace, kinda cool to hang out. Gue minum capiroscha dan andrea 2 beers dan ngemil. Karena takut banyak makanan nyempil  di gigi gue yang penuh kawat ini, jadinya cuma ngambil 2 bruschetta dan sisanya andrea  yang habisin, ahahahahahaha.

Talked for hours..dan tau-tau jam 10an, langsung pindah makan, mau makan pizza, tempat yang mau kita datengin tutup, jadi ke baffetto (pak kumis), yang terkenal itu. Oohh the pizza so yummmy! And tiramisu is soooooo delicio.

Talked for hours until it’s closed …sampe dicela sama bapak-bapak tua disitu,”haven’t you guys stop chatting” hahahaha, karena kita ngoceh terus. Please deh Grandpa…kayaknya orang Italia lebih banyak omong kok daripada gue.

Karena jam 1 pagi itu udah gak ada bis (dan gue gak tau mau pulang naik apa), Andrea nganter pulang ke hostel gue. Karena ada 1 barang yang mau gue kasih ke dia dan tadi lupa bawa, terpaksa gue naik dulu ke atas (4 lantai coong),  lapor receptionist, dan turun, dan naik lagi. Sebelah ada living room bar, pada mabok gila dan kita ketawa-ketawa ngeliat ada yang lagi jackpot disitu. Truly jackass-place banget. Bener-bener jadi inget masa muda hahahaha.

Ini Hostel, facilitiesnya seru banget, kamar mandi di lantai gue adalah mixed toilet and shower, dan kalo mau yang khusus female, ada di bawah. Ha. Ogah banget mau pipis dan mandi mesti ke bawah. Dan mesti pegang kunci lain. Capek deh. Sutralah. Let’s join the guys!

Karena kunci elektriknya juga suka ngadat, pas ke kamar mandi gue terpaksa buka pintu kamar, biar gak terkunci dari luar. Hiyaaaaa!

And let’s climb the bunkbed. How to get down tomorrow morning, I dunno. I guess it’s worse than my room in Spain….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s