under the tuscan sun

Il dolci Far Niente a Italia. After Firenze and Pisa, today is time to visit the countrysides of Toscana : San Gimignano and Siena! San Gimignano, is small walled medieval hill town in Siena Province, Tuscany, famous for its towers and its white wine Vernaccia di San Gimignano. Sebenarnya banyak kota-kota Toscana lain yang menarik untuk dikunjungi, seperti Chianti (hm..chianti red wine…) juga Umbria, tapi apa daya, waktu gue di Toscana ini gak lama, hanya 4 hari aja L. Selain itu, jarak ke San Gimignano ini gak terlalu jauh dari Firenze, dengan bus hanya sekitar 1.5 jam an saja, ideal untuk daytrip!

Dari hostel,  maksud hati naik bus dengan schedule jam 08.40 tapi apa daya, karena gue bingung nyari lokasi bus nya (standar operation gue deh),  telat 7 menit jadi harus nunggu  jadwal pukul 09.40. oke laaah. Tapi jadinya gak bisa ngopi di tempat favorit di Piazza Independenza.

Busnya standar bus antar kota antar propinsi tapi bukan yang rapide, dan harus transfer dulu di Poggibonsi. Firenze-Poggibonsi ditempuh dalam  1 jam, dan nunggu 30 menit transfer sampai bisa ngobrol dulu dengan turis-turis lain, yang kebetulan keluarga Prancis dan keluarga Spanyol.  Terus nyambung bus lagi dan sampe di SG 30 menit kemudian. Biaya one way ke San Gimignano dari Firenze sekitar 6,25 Euros ajah.

Perjalanan ke San Gimignano udah bikin gue happy, jalan kesana itu bener-bener kayak film Under theTuscan sun. Dan bus berhenti di  Porta S Giovanni , dan pas depan fortress yang medieval itu. I can’t believe it was a real place to live..bener-bener medieci banget. Sayangnya gue gak bisa naik ke Torre/clock tower, karena lagi ada yang workshop! Siyal.

Ada dua gereja penting disini, Collegiata dan Sant Agostino yang menaungi beberapa artwork seniman renaissance. Karena tower nya sedang tutup, jadi ya bengong-bengong aja di Piazza de Duomo yang berada pas di depan Collegiata. Mau lebih bengong lagi…jalan deh ke Rocca, fortressnya,…dengan landmark hijau di bawah, yang kalau spring or summer pasti lebih menarik, dan vineyard nya lebih berwarna. And it’s only winter before spring…

Lunch sambil memandangi landmark di bawah kaki fortress…wah asik banget. il dolci far niente! Art of doing nothing. ..

Jam 2 siang, gue mau melanjutkan perjalanan ke Siena, dan dengan pedenya langsung  ke halte bus, ternyata..disana gak ada bigliateri. Dan gue terpaksa lari-lari ke dalam fortress lagi untuk cari tiket di Tabacchi. Damn.

Ticket bus San Gimignano ke Siena 5,5 euro saja, dan karena tadi gue ketinggalan bus, jadi gue nunggu bis kira-kira 40 menit di halte yang sepi-sepi asoy itu. Paling asik jalan-jalan ke sini dengan mobil sih, jadi bisa pergi-pulang, berhenti kapan aja kita mau. Dan signage jalanan cukup mudah, apalagi kalau ada GPS, gak nyasar deh. Apa daya, gue terpaksa mengandalkan bus kali ini.

Itu bus ke Siena yang gue naiki itu tadinya gak ada tulisannya, yaa lagi-lagi..nanya! dan pas di tengah jalan, aplusan supir, dan supir barunya udah tua tapi ramaaaaah banget. Masuk aja pake salam “buon giorno..!” jadinya kita kayak di kelas aja, jawab balik heheehe.  Kayaknya gak pernah ya supir di Indonesia pake kasih salam gitu, apakah kasih salam ke penumpang itu bukan budaya kita ya? Btw, saking ramahnya ini supir, semua bus SITA/TRAN yang papasan di jalan, di dadahin lho sama dia…

Ke siena makan waktu kira-kira 1 jam, dan kurang lebih jam 4 sore sudah turun di halte bus, langsung ke fortezza, dan keliling s.domenico . Fortezza Medicea ini, jamana dulunya dibuat atas perintah Cosimo de Medici, semasa pendudukan Florentine army dan kemudia dijadikan public garden sejak 1700 an. Tempat ini ngalahin park deh romantisnya…banyak tempat mojok, sambil melihat kota dari atas, dan jadi tempat jalan-jalan para oma-opa sambil bergandengan tangan. Mungkin karena ini old city, jadi banyak aging population:p

Untung udah sempet pipi, yang tentunya gak gratis dan harus bayar 0.5 aja buat pipis..di itali jarang ada yang gratis. Gak kayak di Berlin ato Wien. Di San Gimgnano tadi ada nenek-nenek Prancis yang gak punya receh dan gue gak punya tukeran, jadilah dia…lompat. dia bilang “daripada gue pipis di celana…”

Dan banyaaaaaakk banget orang ngerokok! Kayaknya cuma di kota besar aja yang larangan ngerokoknya kenceng. Tapi yang jelas, di ruang tertutup aman asap. Huh…jakarta apaaaaaaan.

Gue buru-buru ngiterin fortezza di siena, dan pas ketemu kakek-nenek yang lagi jalan santai ngiterin jalan, gue jadi malu. Lha..ngakunya mau leyeh-leyeh kok malah kayak dikejer-kejer waktu.. jadilah dari yang tadinya agak buru-buru jadi agak santai (sedikit)

Tapi gak sesantai itu juga karena gue ngejer bus jam 17.10, biar sampe di Firenze gak kemaleman. Untungnya dapet bus rapide (direct, cepat) dan double decker. Duduk di atas, paling depan. Puas banget liat pemandangan puncak ala Italy…

Sampe Firenze sedikit rintik hujan, jam 7 kurang. Gue langsung cari tempat makan, karena kedinginan dan laper. Makan deket hostel,  di Cafe Deluxee, gak ada lagi steak Florentine nya, terpaksa pesan risotto. And white wine..murah, Cuma 6 euro. Dibanding tempat lain yang pasti lebih dari 10 euro.

Dan..waiter bar nya..coakep. most handsome guy I’ve met so far. Selain Alex di Ljubijana. Tapi cakep, dan gak bisa bahasa inggris. Gue nanya password internet aja bingung…”I don’t understand” dan gue tetep gak tersambung ke internet. Well…gak papa mas Fabio, dapet nomer telepon mu juga cukup kok…..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s