strike! gagal ke cinque terre

Alarm jam 7 tapi gue bener-bener baru bangun jam 9.30! merdeeee

Langsung ganti baju sarapan takut gak dapet sarapan. Sarapannya continental, roti aja dan cereal. Lebih enak sarapan di Ibiza dulu, sampe ada nasi segala:p Tapi anyway gue berhasil smuggle 1 tangkap roti isi daging dan 2 croissant. Cakep!Terus mandi, dan siap-siap mau ke Cinque Terre. Eh, pas ke receptionist, ketemu Daniela, dia bilang ke cinque terre lagi gak bisa. Semua transportasi publik on strike!

Wha…even to potofino, busnya juga strike! Ah. Ini Italy apa Prancis sih? Kok gue kena strike lagi?

Sebelomnya Daniela udah semangat nge print in jadwal kereta langsung dirobek pas inget hari ini strike. Dia nyaranin ke Chiavari aja naik bus, itupun setelah jam 2 siang. Gue ngotot ke Monterosso tapi dia bilang gak recomended karena habis strike biasanya banyak ‘confusion’ soal jadwal kereta, jadi ambil yang aman aja katanya..

Sok skeptis, gue ke train station untuk cek sendiri, dan penjaga tiket yang mukanya lagi bete itu juga bilang hal yang sama, bahkan mereka pun gak paham strike kelar jam brapa. Gile gak sih.

Mana ujan deras!

Akhirnya gue ke postamat, nge post postcard sambil gaya kedinginan. Ternyata hujan di musim dingin dengan cuaca 10 derajat,  tetep bikin gue menggigil (eh…menurut lo???)

Bosen kehujanan di postamat, muter kota aja dan ketemuinternet point dan nongkrong disana beli coffee for 1.5 hours. Wah, bayar internet selama 1.5 jam aja 7,5 Euros. Jangan deh bandingin sama Indonesia. Tapi harga ini masih lebih baik daripada bayar internet point di hotel yang 10 Euro/jam.  Sempat balik dulu sebentar ke hotel, dan makan si roti isi gue yang gue embat tadi pagi, dan sekarang siap-siap ke Chiavari. Ada apa ya di sana?

Mau pake bus ke Chiavari tapi receptionist bilang gue harus transfer di Rapallo dan agak ribet, jadi disuruh ke train station karena katanya strike udah selesai. Pas sampe sana, nekat beli tiket 6,6 euro pp untuk ke Monterosso, one of Cinque Terre. Heeeee..dapet jam 3 pm. Eeehh keretanya telat gila…semuanya delay. Kereta nya ke arah Spezia c.le (centrale) itu telat 35 menit.

Kalkulasi cepat : Chiavari lebih deket banget dan cuma 10-12 menit perjalanan, kereta relatif lebih banyak. Sedangkan ke Monterosso perjalanan makan waktu 1 jam belom lagi kereta delay, gak jelas jadwalnya gimana. Danpastinya, sampai di Monterosso udah sore banget, gimana mau jalan-jalan ke hiking track nya? Walhasil…setelah menunggu gila, dan menimbang dan berpikir….jadinya gue kayaknya ke Chiavari aja deh.

Keadaan station cukup rame,  gak terlampau rusuh, walaupun banyak orang yang asik-asik menggurutu. Ada bapak-bapak yang nekat nyebrang platform padahal dilarang keras (vietato a traverse!)dan sambil nyebrang dia ngomel-ngomel “emang gue pikirin gak boleh nyebrang? Pemerintah aja gak mikirin gue gak dapet kereta cepat hari ini!” (terjemahan bebas)

Dari 2 kereta yang lewat, gue mulai khawatir, jangan-jangan kereta tadi bisa lewat Chiavari juga dan gue gak tau? Soalnya tukang tiket dan ada orang-orang lain yang teriak-teriak ke gue untuk nyuruh gue naik. Padahal ini kemana sih keretanya?Gak lama, ada kereta yang ke Spezia C.le, yang memang harusnya ke Monterosso, tapi gue turun aja di Chiavari.

Sampai di Chiavari,  gue bengong..gak tau mau ngapain dan kemana. Jadi muter-muter aja, sambil inget-inget jalan menuju stazione. Dan gue meliat ada tanda “il mare..” haaaaa laut! Namanya juga deretan kota yang ada di pinggiran Ligurian Sea, jadi pemandangan yacht terulang kembali. Minus bangunan rumah/toko warna-warni, karena Chiavari lebih ke port, ketimbang fishing village.

Banyak shops tapi bukan butik gede. Jadi gak terintimidasi gitu. Sempet nyasar dan ketmeua sebuah sungai cukup besar dan lebar, airnya deras dan banyak, ternyata langsung nyambung ke laaut. Gue lupa itu ada laut padahal baru foto-foto disitu. Pantainya sih gak bagus, tapi gue cukup senang liat air heeee.

Sempat beli Termizzioni untuk dinner di pasticeria dalam perjalanan kembali ke stazione. Sempet nyasar dikit, tapi dengan sedikit sotoy dan nanya (dalam bahasa Itali penuh dengan body language), ketemu lah itu station.

Kereta berangkat lagi ke Santa Margherita Ligure jam 17h.54, dan gue datang terlalu cepat 30 menit. Bengong di binari, dan kedinginan, habis hujan all the way gitu. Tau-tau ada 2 orang nyamperin, 1 bapak tua dan 1 mas-mas mayan lah, yang langsung menyapa “buono sera, si tu bene?” ngeliat gue kemulan pake topi kedinginan. “ah bene..grazie”, then he started speaking in italian, dan gue jawab..”i don’t speak italian..” langsung dia switch ke english. Maximo, and his father, lagi belanja aja di situ dan mau balik ke Rapallo. Dia dari Milan, dan nawarin untuk nganter-nganter besok, tapi gue kan mau ketemu temen juga di Milan, jadi, gak perlu Maximo lah….dan bapaknya yang koyo an itu ngomong italian sama gue dan dijawab anaknya dengan “dia gak ngerti bahasa itali papa…”, well few words, I know, but sentence, I don’t…

Kami pun naik kereta bareng, tapi mereka turun di Rapallo dan gue turun 1 station setelah itu. Ciao! Ah. Gagal ke cinque terre, tapi dapet temen baru. Not bad. And the night…it rains..all the way to morning….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s