foamy bodies at milan carnival

This slideshow requires JavaScript.

Sampe Milan CLE jam 2 siang, dan langsung cari WC. Pastinya bayar aje 1 euro ! it’s Italy, nothing is free.  langsung ke biglietti office beli ticket ke Geneve besok. Gak tau kenapa, gue rasa efek musim dingin, orang-orang Milanese ini lagi sok jutek banget,  bapak yang melayani pembelian tiket gue non parle ingles alias gak bisa bahasa Inggris, dan uma bisa francais.Untung gue bisa bahasa Prancis. Minimal untuk beli tiket:p  Dan untung nya lagi gue sadar kalo dia salah nge print, mestinya kereta gue jam 12.25 kok malah nge print yang  jam 8.25. Gak pake panik sih, tapi langsung gue melancarkan bahasa-bahasa protes. Dan tentunya dibales dengan muka lempeng – tanpa minta maaf. Gue berusaha maklum, efek musim dingin, bikin muka jadi kayak pake botox. Gak ada saraf.

Langsung cari newstand, untuk beli tiket metro, soalnya biasanya di station metro suka rame dan gue males beli dari mesin.  Toh harganya sama dimana pun elo beli. Tiket untuk 1 hari penuh itu 3 euros, sedangkan untuk single ticket itu seharga 1 euro. Harga ini sama dengan harga metro di Spain dan Yunani, dan lebih murah dari Paris. Gue beli untuk yang 1 day-ticket, karena pasti akan pakai minimal 3 kali : ke hotel – ke duomo – balik ke hotel.

Hostel gue yang ada di via Panizza – dari peta, kayaknya mudah banget dicapai dari Milano Cle. Ambil metro line 2, green, ke arah Cadorna, terus ganti red line ke Conciliazione, arah Bisciglie. Alhamdulillah aman. Gaya gue sok milanista deh pokoknya. Biar gak diganggu gugat sama tukang copet. Maklum, trauma sama kejadian dicopet di metro Madrid.

Nah pas sampe piazzale baracca terjadi kebodohan. Yang harusnya tinggal nyebrang Piazzale, gue malah sok muter-muter building. Masuk via michelle del carso terus belok kanan ke via motta dan langsung ke kiri udah via panizza. Kata orang hostel, langsung cari building nomer 5. Hampir gue nyasar, karena gak ada nama hostel disitu! Sampe takut gue ditipu, padahal reservasinya dari hostelworld.com dan malah hostel ini jadi rekomendasi! Untungnya aman hehehe. Jaraknya ternyata hanya 10 menit dari Metro, dan total 30 menit dari Milano Centrale.

Ternyata hostel gue ada di lantai 1, dan sempet mikir “duh, ngankut koper lagi nih lewat tangga”, eh ternyata ada liftnya. Aman! Dan kamar gue yang manis berwarna pink-peach itu ada di lantai yang sama dengan receptionist, jadi gak usah jauh-jauh. Nice hostel, kamar nya besar, kamar mandinya pun besar banget, lengkap dengan handuk dan toiletries. Dan ada wifi gratis!

Berhubung perjalanan ke Milan kali ini bukan untuk jalan-jalan ala turis, dan hanya demi khusus – ketemu temen lama –  Avi – dan kami janjian ketemu di tempat yang gak jauh dari hostel gue dan tempat tinggal dia, jadi sepakat akan ketemuan di Duomo.

Dari hostel ke Duomo tinggal naik metro red line, dan hanya 4 stop sudah sampe. Dan pas keluar metro….

…kepala gue habis disemprot dari depan, belakang, samping dengan confetti dan foam.  Gue panik karena gue pikir bakal dirampok (summer 2008 gue dan teman pernah ‘dirampok’  di Duomo ini). Dan ternyata ada karnaval sodara-sodara!

Dan lapangan Duomo sudah ramai dengan sejuta umat (literally speaking), tua-muda-semua dengan dandanan karnaval – ada yang jadi pinguin, ada yang jadi ratu, ada yang jadi pirate,  dan semua memegang foam di tangan dan siap menyemprot ke semua orang yang lewat!  Tadinya gue pikir itu karnaval dalam rangka pemilu regional (karena ini memang lagi jamannya pemilu), ternyata ini adalah hari penutupan winter festival. Jadi kalau pembukaan winter festival itu sudah gue rasakan di Venice, penutupannya gue lihat di Milan ini!

Saking rame nya, jadi bingung, gimana ya cara ketemu Avi di tengah kerumunan gini? Mau ke arah Galeria Emanuele Vittorio (tempat segala butik Prada, LV dan teman-temannya), tentunya sudah terkepung orang-orang yang sibuk nunggu parade. Akhirnya gue pun ikut berbaur dengan orang-orang itu menonton parade yang lewat.

Senangnya lagi, Milan cerah total hari ini. Agak dingin, sekitar 6 derajat, tapi langit sungguh cerah! Jadi pantes aja semua orang tumpah ruah di sini, gak ada karnaval juga pasti mereka keluar rumah menikmati matahari!

Karena angkutan umum kisruh berat, baru bisa ketemu Avi jam 5 sore, dan sms-an kan ketemu di exit nya Duomo. Yang ternyata – kami ber dua punya definisi berbeda tentang exit. Hahaha. Yang penting ketemu.

Terus kita ke arah naviglio, dan antri es krim di Grom yang kata Avi sangat orgasmic. Dan benar. Gue makan yang crema de grom and ciocolato…maaak. deliciooooo. If you go to Milan, don’t forget to stop by here. Dari gelati-gelati yang ada di Milan, ini termasuk yang bener-bener bikin ‘uugghh aahhh ahhhh’ saking enaknya:p gue agak lupa nama jalannya, tapi dari Duomo ambil jalan ke arah navigli dan lurus terus, arah via mazzini, corso italia..pasti gak bakal kelewatan deh tempat ini.

Dengan orgasmic gelati di tangan, kita pun jalan ke arah rumahnya Avi, sambil melewati butik-butik edan di Milan, yang tentunya – gue mati rasa – dan jalan terus! Whipped cream nya de grom ini nikmat banget sih! Sabtu sore dengan gelati, cowok-cowok cakep, bener-bener jalan sore yang menyenangkan!

After having spent time till dinner time (and I cooked) (may god bless our stomach), gue kembali ke hotel. Kembali ke Navigli, biasanya tempat ini ‘happening’ berat selama musim panas, dan resto kapal yang di ujung sungai itu pasti sudah rame total. Kali ini, menjelang akhir Februari, tempat ini sepi…hanya ada beberapa kelompok orang yang makan ditambah dengan beberapa tempat yang sibuk melakukan renovasi, jadi tutup. Mengingatkan gue kembali bahwa ini masih musim dingin..

Gue jalan ke Porta Genova (dan ternyata lumayan jauh!), dan naik tram 29. Tapi kok kayaknya bukan yang lewat Baracca ya hhehehehee. Gak papa, jadi liat-liat ke area yang non turis tapi lokal, tentunya dengan toko….  inget kan, betapa orang sini seneng banget ngobrol, di telefon, dengan suara keras? Bukan Cuma orang italia, tapi juga para imigran yang ada disini. Kebetulan gue duduk di sebelah ibu-ibu filipino di tram, and looks like she adapted well to italian habits, LOUD.

Karena pusing liat toko (dan denger ibu-ibu berisik itu),  gue turun di repubblica (padahal tinggal deket ke stazione) dan naik metro, yang aman, hehehee.  Dengan metro line 3 ini, yang artinya line kuning, artinya gue harus ke Stazione dulu (1 stop), terus ke cardorna, lanjut ke conciliazione deh. Untungnya lagi, metro line disini juga gak banyak,  dan dari warna aja – merah-biru-kuning sudah relatif mudah untuk track kita harus ambil jalur mana dan transfer dimana.

Well. It’s 10h.00 pm. And my roomates are not in yet, while me, the grandma, already home, and in bed:p

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s