Métro Parisien : missiiiii misssiiiii

Métro Parisien, dengan 16 jalur nya itu dianggap salah satu metro terbaik di dunia (di bawah subway nya Rusia yang pakai ubin marmer itu).  Beroperasi dari jam 6 pagi sampai 12.30 malam, metro cukup membantu orang-orang untuk se déplacer atau pergi kemana-mana,  dari ujung ke ujung, murah, jelas jadwalnya, cepat, dan jarang terkena imbas kalau sedang ada grêve (mogok) atau manifestation di Paris. Kecuali kalau yang sedang grêve itu orang SNCF atau PJKA nya atau RATP Prancis:p

Hubungan gue dan métro itu kadang baik kadang biasa kadang malesin.  Kalau buru-buru dan males mikir, memang pakai métro lebih jelas karena kita tinggal cari mau naik jalur apa, dan mata awas di station yang kita tuju untuk keluar atau ganti line lain, dan voila. Sampe. Yang malesin adalah ketika mulai banyak SDF atau pengemis yang rusuh, pengamen yang maksa (ya beda tipis deh..sama KRL Depok atau Bogor), atau rusuh sama anak-anak sekolah yang rusuh. Juga copet.

Hati-hatilah barang-barang, juga misalnya main telefon, blackberry, I-phone, pas duduk atau berdiri di dekat pintu. Copet akan beraksi ketika sampai di sebuah station, dan pintu sudah berbunyi – untuk menutup. Jadi ketika victim nya sadar dia kecopetan, copet sudah di luar metro dan lari dengan cepaaaaat. Dan victim sama-sama menjerit “merdeeeeee…au voleur!!!!!!” (copeeeeett)

Biasanya kalau cuaca lagi gak enak, dan nunggu hujan-hujanan di halte bis males ya, marilah kita beramai-ramai naik métro. Tapi jangan dikira di bawah tanah itu hangat ya. Justru lebih sering kena angin. Apalagi pas hujan di musim dingin, yang paling bikin bete kalau keluar dari métro station, dan harus merelakan payung kita dihajar hujan angin.

Kalau lagi gak buru-buru, iseng jalan-jalan pakai metro ala Mr. Bean (alias jalan nggak tentu arah, ikutin kaki aja)  asik juga lho! Bisa memandangi iklan-iklan di koridor, atau di platform yang ganti-ganti berkala (paling asik memandangi iklan travel  sama film) atau kadang dipakai para penjual product sebagai bagian dari iklan, kayak iklannya Ikea, tiba-tiba di platform ada sofa merah dan di belakangnya poster dinding rumah lengkap foto asesorisnya. Iseng banget. (dan beresiko banget ditiduri orang-orang hehehe). Di station yang cukup besar kayak di Chatêlet misalnya, biasanya sering ada gerombolan anak sekolah atau seniman ngamen, ada yang nyanyi bergitar, pake biola, harmonika, sampe acapella gereja. Lumayan kan, simbiosis mutualisma, mereka jadi ada tempat latihan – sukur sukur dibayar, dan kita jadi ada hiburan. Ada juga yang pameran/jualan lukisan/buku/poster/asesoris/etc – dan bisa lihat-lihat sambil mengunyah croissant hangat yang dijual di patisserie di dalam station.

Yang masih misteri buat gue adalah, orang-orang semua sok buru-buru di station, semua orang mau nya ambil jalur kiri (kalau lewat escalator atau travellator, ambil jalur kanan karena jalur kiri adalah buat yang buru-buru kerja/buru-buru pulang/ditungguin orang/lupa matiin keran atau gas/kebelet pipis –alias mau express) sambil jerit ‘pardooon..pardooon…’ alias ‘misssiii…misssiiiiii’. Kalau melihat itu, pasti kalau janjian sama mereka akan tepat waktu ya. Nah, misterinya adalah, mereka tetep telat sih….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s