Pesiar dengan SS Rotterdam

Rainy and cold day in Rotterdam, flu from quite non conducive-fluctuating weather, plus the wind. Kalau nggak bikin sakit-sakitan, dan malas keluar kayaknya jagoan. (atau tulang gue aja yang rapuh hehehe). Hari sebelumnya gue udah tewas aja di kamar akibat kecapean travelling dan diterpa salju, tapi gue bertekad harus keluar lagi menantang angin, karena bosen selimutan di kamar.

Dengan modal jalan kaki, gue berjalan ke Kapal Pesiar SS Rotterdam, melewati apartemen-apartemen baru di kawasan Maashavenkade yang kompak berbentuk kotak-kotak, dan 10 menit berjalan cepat (karena angin) akhirnya gue sampai di depan SS Rotterdam. Sebenarnya Kapal yang sudah selamanya mangkal di sini bisa dilihat kapan aja, tapi baru dua hari ini kapal dibuka untuk umum, jadi mari lihat-lihat sambil membayangkan pesiar…di tahun 1960 an:p

Kapal SS Rotterdam ini, dulu nya memang Kapal Pesiar, dan berlayar dari tahun 1959 sampai September 2000.  Desain roofdeck yang ada di kapal ini cukup innovatif pada jamannya, dan menjadi model kapal pesiar sampai sekarang. Memiliki panjang 228 m, tinggi hampir 50 m, kecepatan 38,000 kecepatan kuda, berkapasitas penumpang 1456 orang dengan 776 kru, akhirnya kembali ke Rottterdam di Agustus 2008 dan di preservasi sebagai museum dan hotel dari 15 Februari 2010.

This slideshow requires JavaScript.

Gue masuk ke kapal ini dari pintu masuk hotel, dan bukan dari pintu museum, jadi kayaknya kok gue gak bayar tiket hihihihi. Dan lebih tolol lagi, gue nggak tahu kalau di atas itu adalah hotel, pantes banyak orang datang dengan koper dan tas, kirain ada konferensi, atau mereka “playing guest” di “kapal pesiar lama”. ternyata memang ada hotel, dan itu gue tau ketika gue nyasar ke meja resepsionis…..

Walhasil gue lari lah ke dek lain, sambil lihat-lihat kayak apa sih isi dari kapal pesiar, maklum, belum pernah, jadi gue mulai melongo ke ruang kamar (yang ternyata dipakai sebagai ruang hotel), ruang mesin, teater/hall entertainment, ruang makan, dan nggak sengaja terperangkap di salah satu grup turis dengan tour guide, jadi gue sekalian numpang dengar. (plis deh, udah gak bayar, salah masuk, numpang grup tur orang lain pula).

Tour berakhir di dek atas kapal, dimana ada kolam renang, dan tempat berjemur (pastinya), jadi gue berkhayal gue ada di kapal pesiar dengan bikini, kacamata hitam, sunbathing di roof deck ini, sambil megang lychee martini, dan kalau sudah kepanasan bisa langsung nyemplung ke kolam atau sekedar ngeceng di tepi dek sambil lihat laut. Khayalan berhenti sejenak karena ada anak kecil lari-lari dan nabrak gue.

well, dari dek sini memang kita bisa lihat sebagian kota Rotterdam kok,tapi sayangnya karena ini winter, membuyarkan khayalan tadi. Bayangin aja pakai bikini dan ada di luar sini dengan angin seperti ini. Lucu sekali. Pasti koyo dan tolak angin berperan besar setelah itu.

Jadi kalau kebetulan sedang ada di Rotterdam, mampir lah ke sini..mau nginap disini juga bisa, just spare around 85-180 euro per night! Atau kalau murah meriah kayak gue juga boleh…mampir aja, terus hanya duduk-duduk di Ocean bar yang ada disitu. well, the view is superb at night..city lights!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s