au marché : best place to start learning language!

Mau belajar bahasa dengan cepat? Ya datang ke negara nya dong. Mau bisa bicara dalam bahasa itu lebih cepat lagi? Ya hidup seperti orang lokal dong. Mau bisa lebih cepat lagi? Coba belajar masak. Lebih seru lagi kalau ikut sekolah masak. Pusing kan kalo terus-terusan di teriakin oleh Chef nya kayak gini setiap hari..”Donnez-moi l’oignon, pas l’échalote! Remuez le potage bien! Vous n’avez pas enlevé la pomme de terre à la base! Mis dans la cive! Tranchez l’ail! Juste un pincement de sel de mer, pas sucre!”

Mau gila gak sih..maksud hati ngasih lada, malah ngasih ketumbar. Maksud hati ngasih kentang, malah ngasih apel. Hal ini dialami oleh temen gue orang Belanda yang lagi susah payah belajar di cuisine nya Lenôtre, salah satu sekolah masak paling prestigious di Paris. Jadilah dia sekarang tekun banget belajar bahasa (biar nggak salah terima instruksi), dan sukses stagiare nya di l’astrange, salah satu restoran bintang 3 nya Michelin. Gue sendiri akhirnya mengurungkan niat sekolah masak, karena lebih mahal daripada sekolah di Sorbonne, dan gak kebayang kegiles di ruang masak yang heboh itu hehehe.

Anyway, melebur dengan orang lokal, tinggal di tempat orang lokal (bukan area turis), makan dan berbelanja di tempat orang lokal, memang membantu perkembangan bahasa secara cepat. Jangan belanja di supermarket besar, karena interaksi yang ada cuma di kasir, dan kasih duit. Tapi kalau belanja di pasar tradisional yang ada banyak di Paris ini, nah itu baru seru.

Bisa di cek di internet, nama pasar dan tempat, juga jam operasional masing-masing pasar di tiap-tiap arrondissement, dan hobi gue adalah ke pasar yang ada di area 11, di area bastille, tepatnya di Richard Lenoir, yang ada tiap hari Sabtu/Minggu pagi-sore, yang isinya bukan hanya buah, daging (dari daging ayam, ikan, seafood, babi, sampe daging kuda), beragam keju, sayur, tapi sampai perabotan rumah, dan art pieces. Harga art pieces nya sih nggak murah-murah amat, karena ini bukan barang bekas, dan kadang malah artis nya langsung yang jualan disitu.

This slideshow requires JavaScript.

Pasar lain yang gue suka adalah di belakang apartemen gue di le Marais, namanya marche des enfants rouges dan place d’alegri di area 12. Dua-dua nya terkenal sebagai pasar parisien bobo (bohemian-bourgeois) alias yang belanja itu aneh-aneh dan aristokrat! padahal sih setelah gue dateng, nggak gitu-gitu amat sih hehehe, tapi gaya penjual nya mencerminkan ke bobo an itu sih. Plus barang-barang yang dijual banyak yang bio atau ecologique, maklum, orang sini suka banget dengan segala yang organik:p

Jadi, ada waktu luang di pagi hari? Mari jalan-jalan ke pasar, liat-liat barang antik, beli un quart d’orange, atau une livre de pomme de terres, nawar le fromage camembert, atau beli un bouquet de rose et carnation, sambil sok-sok jual mahal pas ditawarin buku bekas dan cd-cd bekas dengan harga 5 euro, atau sambil liat les parisiens bobos belanja dengan panier mereka, dan bisa juga sambil beli kopi dan duduk-duduk aja sambil ngobrol juga bisa….

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s