From Mestre to Venezia

Tadinya gue berniat untuk tinggal lebih lama di Venezia lebih lama karena mau mampir ke Trieste juga, apa daya, hotel yang tadinya udah dapet murah meriah (Cuma 25 euro, walaupun gue harus geret koper ke lantai 2 lewat jalan berbatu dan berliku – uufff Nike Ardila banget), tiba-tiba promo nya habis begitu saja, pas gue mau beli. Makanya, jangan kebanyakan mikir! Padahal hotel ini lagi … Continue reading From Mestre to Venezia

Phuket Run-100K

Phuket – place to start island hopping

…setelah menyuruh supir taxi ngebut ke bandara Suvharnabhumi dengan kecepatan agak maksimum (ngeri juga kalo speedometer nya pol), sambil dimbombardir dari gang di Jakarta yang memantau dimanakah terminal Air Asia untuk ke Phuket yang juga sibuk nanya “ udah masuk tol kedua belom?” dan gue menjawab dengan dodol “ha, emang ada gerbang-gerbang lagi ya?” dan tim Jakarta pun frutasi sambil ngirim doa semoga kita gak ditinggal pesawat malem itu. Whilst one friend at Terminal 1 was pushing her luck so that we could directly go to boarding gate, and didn’t have to check in (itu lah gunanya online check in!) and waited for us in front of the gate. Blackberry gue yang batrenya sekarat itu untungnya masih bisa berguna sampe detik-detik terakhir (literally!) dan akhirnya kita sampe di terminal 1 dan ketemu temen gue disana (dan blackberry gue mati lah dia), dan lari sambil bawa backpack (bagus..gue Cuma bawa 1 backpack kecil ini) dan teriak-teriak “permiiisiiii permisiiiii s’cuse meeeeee air panas niiiiiiii” dan..gak ketinggalan pesawat. Dan gue bisa pipis dengan tenang.

Lesson learnt:  online check in selalu membantu, bawa lah backpack (punya gue malah ada rodanya jd bisa diangkut lari atau digeret), sebarlah teman dimanapun untuk bantuin dalam hal informasi, dan duit, walaupun bukan segalanya, dalam hal itu adalah SEGALANYA.

Karena sampe di Phuket malam hari, dan agak susah nyari taxi dari bandara, akhirnya kita booking mobil via internet ke hotelnya. Kalo gak salah pre-booking mobil itu costs us around 700 baht. Agak mahal sih, tapi well, toh kita bagi 3 orang. It’s ok lah ya. Tempat kita nginap adalah Squareone (www.squareone.com), harga kamar nya gak beda sama di Khaosan, 1100 baht per malam untuk ber 3. Hotelnya termasuk hotel butik kecil, ada kolam renangnya juga (yang kita bilang sebagai “mayan, ada tempat ngerendem badan sama kaki”), ada kafe kecil untuk bikin kopi atau teh (air gratiiiis), mau beli disana juga murah meriah. Kamar kita ada di lantai 3 dan gak ada lift, jadi mayan deh naik turun kalo mau ngapa-ngapain, ukurannya cukup gede (1 queen size dan 1 single bed), kamar mandi di dalam dan bagus, ada jendela (penting loh…buat jemur-jemur hihihihi stories

Thailand Saga : Bangkok, Dangerous

Setelah pemesanan tiket yang melelahkan TUJUH (7) bulan sebelumnya, sampailah trio kwek-kwek ini ke Thailand, sebelum nantinya pindah-pindah ke negara-negara Indochine lainnya. As planned, we were in Thailand for 10 days, starting with Bangkok, Phuket, island hopping to Phi-Phi Island, and Krabi. We wanted it as easygoing kinda trip, manage to make it to several attractions, but also at least could unpack and spread the … Continue reading Thailand Saga : Bangkok, Dangerous