c’est Venezia! why am I bored?

Perjalanan dari Mestre ke Venice kira-kira makan waktu hanya 30 menit, dengan bus. Dan here I am, at the capital of region Veneto,  city of bridges, city of canals, one of Unesco’s world heritage, and so called the most romantic place. Alone. How exciting, eh!

Bus berhenti di Piazzale di Roma, dan kerumunan orang sudah disana. Turis dan non turis. Carnivale du masque, salah satu acara penting di Winter Festival yang biasanya berlangsung di minggu kedua Februari.  Winter Festival ini bukan hanya ada di Venice, tapi di seluruh Italia, dan negara-negara lain dimana Chatolic is the main religion. Tapi venetian mask festival ini yang paling populer di itali.

Semua heboh dengan venetian mask itu, dan puas foto-foto. Dari turun bus sampai nyebrang jembatan semua orang sudah rame dengan kostum. Seru banget. Udah gak bisa bedain mana turis, mana yang asli italian, semua sudah membaur pake kostum dan dandanan, yang bisa kita dapat di deket port. Hati-hati, biasanya si tukang dandan itu akan marah kalo kita foto-foto deket mereka, jadi pake lensa tele kalo ada, menghindari kita diumpat! :p Continue reading “c’est Venezia! why am I bored?”

From Mestre to Venezia

Tadinya gue berniat untuk tinggal lebih lama di Venezia lebih lama karena mau mampir ke Trieste juga, apa daya, hotel yang tadinya udah dapet murah meriah (Cuma 25 euro, walaupun gue harus geret koper ke lantai 2 lewat jalan berbatu dan berliku – uufff Nike Ardila banget), tiba-tiba promo nya habis begitu saja, pas gue mau beli. Makanya, jangan kebanyakan mikir! Padahal hotel ini lagi … Continue reading From Mestre to Venezia